banner 728x250

Persiapan Sebelum Proses Akreditasi Perguruan Tinggi

  • Bagikan
Persiapan Sebelum Proses Akreditasi Perguruan Tinggi
Persiapan Sebelum Proses Akreditasi Perguruan Tinggi
banner 468x60
Akreditasi
Akreditasi

Menjadi perguruan tinggi yang diakui dan memiliki akreditasi, atau pentauliahan, yang baik tentunya adalah sebuah pencapaian.

Pasalnya, dari sekian banyak perguruan tinggi yang ada di Indonesia, hanya ada sekitar 4.529 perguruan tinggi saja yang terakreditasi A, baik negeri maupun swasta. Data tersebut diambil dari BAN-PT pada tahun 2017.

banner 336x280

Ini artinya masih banyak perguruan tinggi yang harus mengejar ketertinggalan sehingga bisa mendapatkan nilai A dengan standar nasional yang sudah ditetapkan.

Pentauliahan ini penting guna meningkatkan mutu, baik perguruan tinggi tersebut maupun mahasiswa yang bernaung di dalamnya.

Persiapan Guna Meningkatkan Akreditasi

Desain tanpa judul 2 4
  1. Paham Prinsip Dasar Penyusunan Borang

Borang merupakan instrumen yang diperlukan oleh BAN-PT yang berguna untuk pengumpulan dan pengungkapan data serta informasi yang diperlukan agar dapat memberikan penilaian atas kualitas serta kelayakan sebuah perguruan tinggi atau PT.

Proses penyusunan borang ini harus selaras dengan konsep yang mendasari pelayanan akademik serta profesionalisme PT. Ada beberapa cara yang harus dimengerti agar susunan borang sesuai dengan aturan :

  • Penyusunan dokumen oleh institusi PT harus dilakukan dengan cara komprehensif dan saling berintegrasi. Susunan tersebut adalah penggambaran evaluasi serta analisis yang dilakukan oleh institusi tersebut terhadap segala faktor yang terjadi di dalam institusi tersebut. 
  • Pendekatan yang dilakukan berupa analisis serta menggunakan asesmen. Untuk evaluasi haruslah mewakili sifat kualitatif dan kuantitatif yang dilakukan secara menyeluruh dan mendalam serta berkelanjutan.
  • Semua instrumen dan hasil haruslah berlandaskan pada prinsip dan norma yang selaras dengan nilai-nilai akademik serta etika yang harus dapat mencakup keselarasan antara rencana kerja dengan visi-misi institusi.
  • Instrumen tersebut harus dapat menjelaskan tentang hubungan antara standar serta elemen pendidikan serta ikatannya terhadap misi yang sudah ditanamkan oleh institusi tersebut.

Tahapan penyusunan borang adalah sebagai berikut :

  • Pengumpulan informasi serta data
  • Penganalisisan data serta informasi terkumpul
  • Pendeskripsian butir penilaian ke dalam 7 standar yang sudah dicanangkan
  • Persiapan bukti penguat yang dapat disajikan dalam bentuk tabel, grafik dan bentuk lainnya yang mampu mencakup seluruh visi-misi serta perkembangan yang terjadi selama periode yang sudah ditentukan.
  • Pemahaman Standar Akreditasi Institusi PT

Standar pentauliahan adalah beberapa parameter yang harus digenapi oleh institusi PT sehingga bisa dipakai guna pengukuran kualitas serta kelayakan institusi. Ada 7 buah standar yang harus dipenuhi oleh sebuah Institusi sebelum mengajukan pentauliahan.

  • Visi-Misi, tujuan dan sasaran serta rencana pencapaian (Standar 1)
  • Tata pamong, kepemimpinan, sistem pengelolaan serta penjaminan kualitas (Standar 2)
  • Mahasiswa dan lulusan (Standar 3)
  • Sumber Daya Manusia (Standar 4)
  • Kurikulum, pembelajaran serta suasana akademik (Standar 5)
  • Pembiayaan, sarana dan prasarana serta sistem informasi (Standar 6)
  • Penelitian,  pengabdian kepada masyarakat serta kerjasama (Standar 7)
  • Pemahaman Penilaian Akreditasi

Agar standar pentauliahan dapat tercapai, maka institusi PT harus paham porsi penilaian serta faktor yang mempengaruhi penilaian tersebut. Prosentase tersebut adalah 75% untuk program studi atau progdi, 10% untuk evaluasi progdi serta 15% untuk portofolio dari institusi tersebut.

Selain itu, penilaian juga mengambil referensi dari 7 standar instrumen pentauliahan dari BAN-PT yaitu standar 1 sebanyak 2,62%,  Standar 2 sebanyak 26,32%, Standar 3 sebanyak 13,16%, Standar 4 sebanyak 18,42%, Standar 5 sebanyak 7,89%, standar 6 sebanyak 18,42% dan Standar 7 sebanyak 13,16%.

  • Pengetahuan Tentang Biaya Proses Akreditasi

Segala hal tentang pembiayaan untuk proses pentauliahan sudah diatur di dalam permendiknas RI no.28 tahun 2005 tentang BAN-PT pada pasal 11. Dalam permendiknas tersebut dijelaskan bahwa tidak ada biaya pentauliahan yang harus dikeluarkan oleh pihak Institusi PT, sebab semuanya ditanggung oleh pemerintah.

Jadi tidak ada yang perlu dikuatirkan masalah biaya, baik ketika mendatangkan asesor ke institusi maupun ketika akan menerima hasil dari pentauliahan. Keringanan ini memang dimaksudkan agar semua institusi PT bisa fokus dalam mempersiapkan instrumen pentauliahan daripada tanpa harus juga dibebani dengan pemikiran tentang biaya. 

  • Pengontrolan Kualitas dengan SPMI

SPMI atau Sistem Penjaminan Mutu Internal adalah instrumen pengaturan dalam mengembangkan kualitas per tahun dari pihak internal PT. Pihak PT harus paham bahwa pelaksanaan SPMI ini harus dilakukan secara berkesinambungan.

SPMI dijalankan setiap tahun demikian juga dengan penyerahan laporannya. Setelah itu, dalam kurun waktu yang sudah ditentukan, semua laporan tersebut akan dikalibrasi melalui SPME. Tujuannya adalah mutu progdi tetap mengandung nilai universal sehingga bisa memperoleh pengakuan.

Nilai yang harus diraih serta tingkatan akreditasi menurut DIKTI :

Tingkat D minimal nilai SPMI adalah 0-299.

Tingkat C minimal nilai SPMI adalah 300 – 499.

Tingkat B minimal nilai SPMI adalah 500 – 699.

Tingkat A minimal nilai SPMI adalah 700 – 1000.

  • Kompetensi Tim Akreditasi Kampus

Pentauliahan adalah syarat penting bagi institusi PT agar bisa mendapatkan kredit yang baik. PT dengan nilai yang baik tentunya akan lebih dipercaya sehingga bisa mendapatkan lebih banyak mahasiswa juga kemudahan lainnya.

Mengingat pentingnya pentauliahan ini, maka pihak institusi PT harus bisa mempersiapkan instrumen borang dengan sebenar-benarnya. Agar bisa mendapatkan output yang baik tentunya dibutuhkan input yang baik pula.

Maka dari itu, institusi PT harus mempersiapkan tim akreditasi yang beranggotakan orang yang sudah ahli dan berkompetensi di bidangnya. Orang-orang ini haruslah terampil, mampu serta memiliki pengetahuan yang luas, terutama tentang pentauliahan.

  • Keberadaan Sistem Penjaminan Mutu Internal Kampus

Proses pelaksanaan SPMI adalah tiap satu tahun satu kali. Dalam pelaksanaannya, SPMI memerlukan banyak sekali instrumen, maka dari itu pihak institusi PT harus bisa menyediakan tim yang solid serta sistem yang mendukung.

SPMI ini meliputi pengukuran performa kerja tiap unit maupun perorangan yang dilakukan dengan indikator penilaian performa atau yang kerap disebut dengan KPI. Selain itu terdapat juga pelaporan borang dan proses pengauditan akademik yang dilakukan secara internal atau AMAI.

  • Pemahaman SAPTO

Salah satu pemutakhiran dalam sistem pentauliahan adalah SAPTO atau Sistem Akreditasi Perguruan Tinggi Online. Sistem ini terhubung lewat portal DIKTI secara langsung dengan Pangkalan Data PT. Tujuan dari SAPTO adalah memperlancar komunikasi antara institusi PT dengan BAN-PT.  

Sistem ini dilaksanakan dengan sistem daring, sehingga memudahkan institusi PT guna mengunggah data maupun mencari informasi kejelasan proses pentauliahan PT mereka. Selain itu, sistem ini juga menjaga proses komunikasi antar ketiga pihak yaitu institusi PT, BAN-PT dan asesor yang memang sangat dibutuhkan selama proses pentauliahan..

Dengan terjalinnya komunikasi yang baik, maka kepercayaan pun akan terbangun dan proses bisa berjalan dengan lancar. Segala kebutuhan akan data dan dokumen bisa lebih cepat, tidak seperti ketika masih dilakukan secara manual.

Kebutuhan akan kualitas pendidikan yang bagus mendorong ditetapkannya standar akreditasi berskala nasional, sehingga setiap perguruan tinggi bisa memperbaiki mutunya sesuai dengan standar tersebut. Dengan demikian, diharapkan ada pemerataan kualitas pendidikan dan menghasilkan output terbaik.

https://blog.ecampuz.com › persiapan-akreditasi-kampus

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *