banner 728x250

NISN : Pengertian, Perbedaannya dengan NIS, Tujuan

  • Bagikan
NISN : Pengertian, Perbedaannya dengan NIS, Tujuan
NISN : Pengertian, Perbedaannya dengan NIS, Tujuan
banner 468x60
NISN
NISN

Dalam penyelenggaraan fasilitas pendidikan di Indonesia, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan atau Kemdikbud membuat program identifikasi setiap pelajar melalui kode unik.

Kode unik yang dikenal dengan NISN dimiliki oleh semua pelajar di sekolah Indonesia yang terdaftar secara resmi di Kemdikbud.

banner 336x280

Mengingat banyaknya fungsi penomoran siswa oleh Kemdikbud, penting bagi Anda untuk mengetahuinya.

Mengenal NISN

NISN adalah singkatan dari Nomor Induk Siswa Nasional yang dimiliki oleh semua pelajar sekolah di wilayah Republik Indonesia.

Nomor unik ini dibuat melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan berlaku secara nasional di seluruh Sekolah Indonesia di wilayah Republik Indonesia dan juga Sekolah Indonesia di luar negeri.

Kode Nomor Induk Siswa Nasional bersifat unik dan standar.

Nomor Induk Siswa Nasional berfungsi sebagai kode pengenal para siswa yang terdaftar di wilayah NKRI yang berlaku sepanjang masa.

Syarat agar siswa bisa memiliki Nomor Induk Siswa Nasional adalah selama ia bersekolah di satuan pendidikan yang sudah terdaftar di dalam Referensi Kemdikbud dan memperoleh NPSN atau Nomor Pokok Sekolah Nasional.

Nomor Induk Siswa Nasional atau NISN dikelola oleh PDSPK atau Pusat Data serta Statistik Pendidikan dan Kebudayaan milik Kemendikbun secara nasional.

Seluruh hasil pemberian nomor identifikasi yang dilakukan oleh PDSPK akan bisa diakses secara terbuka melalui website resmi NISN yakni https://nisn.data.kemdikbud.go.id./

Selain Nomor Induk Siswa Nasional, Anda mungkin juga tidak asing dengan istilah NIS atau Nomor Induk Siswa. Saat mendaftar ke jenjang sekolah berikutnya biasanya Anda akan ditanyai NISN, sementara ketika beraktivitas di dalam lingkup sekolah biasanya hanya diminta NIS.

Hal ini karena terdapat perbedaan mendasar antara Nomor Induk Siswa dengan Nomor Induk Siswa Nasional yang harus dipahami.

Cara Penyusunan Kode Nomor Induk Siswa Nasional (NISN)

Cara Penyusunan Kode Nomor Induk Siswa Nasional NISN

Penyusunan kode Nomor Induk Siswa Nasional dilakukan secara otomatis melalui komputer canggih untuk menghindari adanya kesalahan seperti nomor double dan sebagainya.

Untuk kode Nomor Induk Siswa Nasional sendiri terdiri dari rangkaian 10 digit angka dengan susunan seperti berikut:

  • Tiga digit angka pertama merupakan angka yang menunjukkan tahun kelahiran peserta didik
  • Tujuh digit angka di belakang adalah kode unik yang berbeda antara satu peserta didik dengan peserta didik lainnya

Dengan sistem komputerisasi canggih, pemerintah dapat menghindari adanya kasus Nomor Induk Siswa Nasional yang sama meski peserta didik lahir di tahun yang sama. Meski begitu, apabila terjadi kesamaan Nomor Induk Siswa Nasional, siswa dianjurkan untuk segera melaporkan hal tersebut ke pihak sekolah.

Tujuan serta Manfaat yang Diperoleh dengan Penomoran NISN

1. Bekerja sebagai pusat dari pelayanan sistem pengelolaan nomor induk setiap siswa secara online untuk semua unit kerja yang ada di dalam Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan atau Kemdikbud, Dinas Pendidikan yang ada di daerah dan juga sekolah. Nomor identifikasi siswa yang bersifat standar, akuntabel serta terintegrasi akan lebih memudahkan setiap instansi untuk memperoleh data secara cepat dan tepat.

2. Penomoran NISN bertujuan untuk mengenali atau mengidentifikasi semua individu peserta didik yang terdaftar di semua sekolah di seluruh Indonesia secara konsisten, terstandar, serta berkesinambungan.

3. Bekerja sebagai pendukung dari program Data Pokok Pendidikan atau Dapodik milik Kemdikbud yang bertujuan untuk mengembangkan serta menerapkan program statistik pendidikan dan perencanaan program pendidikan. Perencanaan program pendidikan ini berlaku baik tingkat terendah dari mulai sekolah, kabupaten atau kota, provinsi hingga tingkat nasional seperti BOS, Ujian Nasional, SNMPTN dan PIP.

Perbedaan NISN dan NIS

NISN:

1. Merupakan Nomor Induk Siswa Nasional yang dimiliki setiap peserta didik yang terdaftar di semua jenjang sekolah yang ada di Indonesia.

2. Nomor Induk Siswa Nasional diberikan oleh Kementerian Pendidikan serta Kebudayaan (Kemdikbud) Republik Indonesia yang menjadi nomor identitas unik bagi setiap pelajar

3. Nomor Induk Siswa Nasional berlaku secara nasional serupa NIK yang tidak akan berubah meski peserta didik berpindah sekolah di provinsi yang berbeda.

4. Nomor Induk Siswa Nasional tetap berlaku dan tidak berubah selama peserta didik tetap menjadi siswa dari tingkat Sekolah Dasar atau sederajat, Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan sederajat hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) dan sederajat.

5. Sementara Nomor Induk Siswa Nasional tidak bisa lagi digunakan ketika peserta didik sudah menjadi mahasiswa di perguruan tinggi. Nomor Induk Siswa Nasional akan berubah menjadi NIM atau Nomor Induk Mahasiswa

NIS

1. NIS merupakan Nomor Induk Sekolah yang dimiliki oleh semua peserta didik ketika terdaftar di suatu sekolah

2. NIS dibuat oleh pihak sekolah sehingga hanya berlaku bagi siswa selama masih belajar secara aktif di sekolah tersebut

3. Karena sifat Nomor Induk Sekolah (NIS) adalah lokal, sehingga ketika siswa pindah sekolah atau lulus NIS sudah tidak berlaku lagi dan akan dibuat NIS baru ketika berada di sekolah lainnya

4. Nomor Induk Sekolah (NIS) satu orang peserta didik setidaknya ada 3 yakni dari tingkat Sekolah Dasar atau sederajat, Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan sederajat hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) dan sederajat. Sementara Nomor Induk Siswa Nasional hanya satu untuk setiap siswa.

Perubahan Terkait Penggunaan Nomor Induk Siswa Nasional Tahun 2019 / 2020

Dulunya, Nomor Induk Siswa Nasional digunakan untuk mendaftar ke jenjang sekolah yang lebih tinggi. Namun, per ajaran baru 2019 / 2020, Kementerian Pendidikan serta Kebudayaan menetapkan bahwa Nomor Induk Siswa Nasional tidak lagi digunakan untuk pendaftaran penerimaan peserta didik baru (PPDB). Kemdikbud menetapkan bahwa PPDB mulai 2019 / 2020 menggunakan Nomor Induk Kependudukan.

Ada beberapa tujuan dari dilakukannya perubahan terkait penggunaan Nomor Induk Kependudukan atau NIK untuk pendaftaran penerimaan peserta didik baru (PPDB) sebagai berikut:

1. Integrasi Data Kependudukan dengan Ekosistem Pendidikan

Penggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) secara langsung untuk Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) akan memperbaiki integrasi pendidikan dengan data kependudukan. Integrasi akan membuat pemerintah lebih mudah mengecek jumlah anak yang terdaftar sekolah di seluruh Indonesia. Dengan begitu akan terbentuk data kependudukan yang terhubung dengan ekosistem pendidikan.

2. Memonitor Prestasi Siswa

Pemerintah bisa mendata proses pendidikan setiap peserta didik yang terdaftar di sekolah di seluruh Indonesia. Data yang terkumpul bisa digunakan pemerintah untuk merancang pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia yang lebih tepat di masa mendatang.

Sebagai contoh, ketika pemerintah membutuhkan pelajar yang pandai dalam olahraga untuk mengikuti Porseni, maka pemerintah bisa langsung mengaksesnya lewat data NIK saja. Dengan begitu pengelompokan bakat akan lebih teratur dan maksimal. Hal ini sangat penting dalam merancang peta bakat nasional.

Meski kini sudah dirancang penggunaan NIK sebagai basis data untuk para peserta didik yang mendaftar sekolah, namun penggunaan NISN tidak bisa diabaikan sama sekali. Di beberapa tempat, NISN masih dibutuhkan siswa untuk melakukan pendaftaran penerimaan peserta didik baru (PPDB). Oleh karena itu penting bagi peserta didik, guru dan orangtua untuk memantau data NISN siswa di portal resmi.

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *